Portal Berita dan Senjakala Blog

Amir Sodikin

Putaran arus website bertipe portal berita kini sedang kencang-kencangnya. Masing-masing perusahaan yang ingin mengklaim sebagai portal berita ternama terus berbenah. Tak hanya perusahaan, website komunitas, pemerintah, swasta, nonprofit , dan website pribadi melirik tampilan portal berita. Inilah senjakala bagi blog!

Ketika portal Kompas.com berbenah menjadi bentuk yang sekarang ini bisa dinikmati, portal-portal lain juga ikut memperbaiki tampilan halaman depan. Berikutnya juga disusul gelombang euforia mendirikan portal berita oleh perusahaan-perusahaan lain.

Jauh sebelumnya, pertempuran di tingkat software gratis untuk membangun website bertipe Content Management System (CMS) sudah terjadi. Mereka telah matang untuk bermain sebagai software untuk keperluan portal berita.

Blogger akan tetap bekerja mengisi blog-nya. Tapi, penyedia jasa blog gratisan, seperti Blogger.com, lambat laun akan ditinggalkan penggunanya jika tidak segera berubah tampilan.
Entah mengapa, semua merujuk tampilan website-website portal berita sebagai capaian ke depan dan hanya menjadikan tampilan blog yang datar sebagai fasilitas tambahan dan bagian romantika masa lalu saja. Blog masih diperlukan, tetapi hanya untuk keperluan sifatnya personal.
Nurcholis, seorang pendiri CMS Endonesia (www.endonesia.org), bahkan jauh-jauh hari, sekitar tahun 2000, sudah memproklamasikan ”say no to blog”. Katanya dengan kejam, ”Kenapa membangun blog kalau bisa membangun portal? Blog itu mainan anak-anak, mulai sekarang tiap orang bisa memiliki portal.”

Berbagai CMS tingkat dunia yang sekarang masih aktif contohnya Drupal, Joomla, Dragonfly, PHP-Nuke, PostNuke, Mambo, dan masih banyak lagi. CMS ini biasanya berbasis bahasa pemrograman PHP dengan database MySQL. Software kategori open source ini gratis digunakan oleh siapa pun, inilah yang mengakibatkan penyebaran CMS ini begitu cepat ke seluruh dunia.

Kemampuan CMS untuk bisa atau cocok digunakan sebagai website portal berita seolah telah menjadi visi bersama dari CMS- CMS yang ada. Karena itu, pertarungan mereka selain membangun platform keamanan yang tinggi, juga bagaimana tampil elegan seperti portal berita.
Yang disebut tampilan berita adalah kemudahan mengelola headline berita, menyusupkan foto-foto dalam berita, kemudahan manaruh banner atau iklan, kecenderungan memakai tampilan tiga kolom, dan penggunaan tab- tab kecil untuk berita-berita terkini non-headline.

Perubahan WordPress

Kecenderungan migrasi ke tampilan portal sudah terendus di penyedia software ternama untuk blog, WordPress. Kini, WordPress juga menjadikan fleksibilitas untuk tampil layaknya portal berita. Maka, beberapa webmaster sering mengolok-olok WordPress kini mulai ”murtad” karena keluar dari ”khittah” sebagai software blog.

Tampilan software blog dianggap menjemukan. Maka, lahirlah prakarsa membuat theme (semacam ”baju” tampilan website yang bisa diganti-ganti sesuai keinginan) yang cocok untuk berita.

Beberapa yang dominan adalah www.revolutiontheme.com yang membandrol harga theme WordPress hingga 79,95 dollar AS untuk satu website. Harga ini termasuk mahal untuk harga theme CMS gratisan. Mungkin, inilah harga yang harus dibayar untuk mengoprek software blog menjadi portal berita.

Akan tetapi, jangan khawatir karena selalu ada theme gratisan. Misalnya, www.darrenhoyt.com mengeluarkan Mimbo Magazine. Tampilan ini bisa dilihat pada website komunitas astronomi Indonesia, http://www.langitselatan.com.

Kemudian, turunan dari Mimbo adalah Branford Magazine yang juga gratis, http://www.wp-themes.der-prinz.com/magazine/. Dengan lahirnya banyak theme yang menunjang tampilan portal berita, membuat penggemar WordPress leluasa bermigrasi dari wajah blog yang berkesan zaman dulu menjadi lebih tertata rapi dan bisa tampil ”beda”.

Visi ke depan

CMS ”sejuta umat”, Joomla, sudah lama memiliki tampilan portal berita ini dengan warna yang lebih variatif dan tableless. Tableless atau tampil dengan wajah tak seperti tabel-tabel dianggap sebagai capaian ”tertinggi” dari perwajahan CMS.

Puluhan hingga ratusan software CMS lewat komunitasnya kini ”berjuang” untuk bisa menampilkan software-nya secara tableless atau tampil lebih halus tanpa terlihat blok-blok. Dari sisi ini, Joomla memang memimpin dan tidak mengherankan Joomla-lah yang menjadi referensi banyak orang untuk membuat tampilan portal berita. Institusi pemerintah, swasta, partai, dan juga surat kabar Indonesia banyak memanfaatkan Joomla ini.

Apakah aman?

Apakah mereka, software-software CMS itu, aman untuk kepentingan portal berita? Tak ada yang mampu menjamin 100 persen aman. Namun, komunitas CMS yang menyebar di seluruh dunia bisa dijadikan ”garansi” kalau software CMS cukup andal untuk digunakan sebagai portal berita. Setidaknya, jika kita kebobolan, bisa berbagi cerita dan bisa minta pertolongan ke komunitas CMS baik di Indonesia maupun di internasional.

Drupal, misalnya, sudah dikenal tingkat keamanannya dan pengalamannya untuk berbagai kepentingan, mulai nonprofit hingga perusahaan komersial. Drupal disukai webmaster karena keandalan dan taksonomi tampilan administrasinya. Namun, untuk pemula, Drupal cukup rumit. Itulah mengapa Joomla lebih dikenal dibanding Drupal.

Jika semua software CMS dan bahkan software blog menjadikan masa depan portal berita sebagai capaian ke depan, bagaimana nasib para blogger? Tak ada kaitannya dengan nasib blogger karena ini hanya persoalan perwajahan dari sebuah software. Akan tetapi, jika Anda belum mempunyai website atau blog, kenapa tidak langsung saja membuat portal berita?

Sumber: Kompas, Kamis, 14 Agustus 2008

Explore posts in the same categories: Amir Sodikin, Artikel

2 Comments on “Portal Berita dan Senjakala Blog”


  1. Salam sejahtera. Mohon maaf, apakah bapak adalah wartawan Kompas yang sering menulis masalah Internet di edisi tiap Kamis itu ? Saya suka kolom Anda itu. Tetapi juga kadang bingung menyimak konsistensi info/saran Anda yang simpang-siur.

    Sekadar contoh, Anda pernah menyarankan agar para politisi ngeblog, bukan ? Tetapi pada tulisan Anda (7/8), Anda bersikap kurang bersahabat terhadap blog. Blog Anda nilai sebagai sarana mejeng semata. Sekadar guyon, ini mengingatkan akan suara pakar telematika, RS, yang alergi blog. Oleh karena itu di kalangan para bloger Anda pun mendapatkan nama baru, RS juga. Roy Sodikin.

    Lalu di edisi (14/8), Anda menyebut blog mendekati surut dan akan kalah gengsi atau kalah segalanya dari CMS berupa portal berita. Bukankah blog itu juga CMS ? Ini saya baca dari pendapat Bill Machrone (Anda bisa cari nama ini dari Google) di PC Magazine Agustus 2005.

    Saya hargai pendapat Anda bahwa blog akan surut. Silakan. Tetapi karena saya bukan wartawan, maka saya mengaku jujur betapa sulit dan kewalahan untuk mengelola portal berita. Maka saya akan ngeblog sajalah. Diskusi mengenai pendapat Anda tentang blog, bisa Anda tengok di situs : ayongeblog.com.

    Terima kasih.
    Salam dari Wonogiri,

    Bambang Haryanto

    PS: Sebenarnya saya mau posting di situs http://www.amirsodikin.com, tetapi tak bisa diakses hari ini (16/8/08). Padahal kemarin dulu masih muncul.


  2. Saya balik lagi. Saya kemarin (25/8) nulis komentar di situs Kompas yang memuat artikel (aslinya) ini. Sampai siang ini (26/8), engga muncul-muncul. Moderasinya lama sekali ya ? Yang saya tulis itu berbunyi :

    “Bung “Roy” Sodikin, eh, Amir Sodikin, silakan kalau Anda memilih terkena myopia. Usul saya : sebaiknya Anda sekarang membaca tulisan Jacob Silberberg, “The Year of the Political Blogger Has Arrived” di The New York Times, 24/8/08. Yang ia sebut adalah blogger, pengelola blog, bukan pengelola portal berita. Salam.”


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: