Belajar dari Pentas Lakon Kapai-Kapai

KARYA POPULER, Teater Laskar Panggung Bandung mementaskan lakon Kapai-Kapai besutan sutradara muda Kemal Ferdiansyah di Gedung Kesenian Rumentang Siang, Kota Bandung, Rabu (14/2) malam.

SATU persatu pengunjung memadati gedung yang terletak di daerah Kosambi, Kota Bandung. Rabu (14/2) malam,Teater Laskar Panggung Bandung mementaskan lakon Kapai- Kapai. Lakon Kapai-Kapai merupakan karya sutradara almarhum Arifin C Noer yang paling sering dipentaskan berbagai teater sejak kali pertama dipentaskan pada 1970.

Pergelaran malam itu merupakan penampilan terakhir Teater Laskar Panggung yang melakukan pentas maraton mereka sejak 9 Februari 2007. Dalam sehari, Laskar Panggung menampilkan dua kali lakon ini pada pukul 14.30 WIB dan 19.30 WIB.Antusiasme warga Bandung dan sekitarnya untuk menyaksikan pentas ini pun sangat tinggi.

Adalah Abu,seorang buruh pabrik yang mencari cermin tipu daya.Menurut emaknya,cermin tipu daya bisa didapatkan di sebuah toko barang antik milik Nabi Sulaiman di ujung dunia.Sosok Abu yang lugu dan bodoh ini pun melakukan perjalanan demi mendapatkan cermin tipu daya itu. Dia tidak menyadari bahwa cermin itu merupakan cermin hidup yang harus digali lewat pantulan dirinya sendiri. Di akhir kisah, Abu berhasil menemukan cermin tipu daya.

Tepatnya di ujung dunia. Sayangnya, tak lama setelah itu Abu pun menemui ajalnya. Selama ini ternyata sang waktu atau maut selalu mengawasi Abu dalam pencariannya dan memberikan tanda-tanda bahwa suatu saat perjalanan Abu akan menemui batas. Sosok Abu yang ditampilkan dalam lakon Kapai-Kapai memberikan gambaran kepada penonton, bagaimana seorang manusia yang bodoh dan lugu mencoba mencari sesuatu. Tanpa dia tahu pasti apakah yang dia cari benarbenar ada atau tidak.

Cermin tipu daya yang Abu cari sesungguhnya merupakan gambaran hidup yang bisa dia temui dalam dirinya sendiri. Namun, keluguan dan kebodohannya yang membuat dia akhirnya menemui ajal. Lakon Kapai-Kapai selama ini sering dimainkan oleh beberapa kelompok teater di Bandung. Kali ini permainan yang memikat mampu dihadirkan Teater Laskar Panggung melalui tangan sutradara Kemal Ferdiansyah, 28.

Keajaiban pria yang telah mengabdikan dirinya di dunia teater selama 11 tahun ini mampu membuat pentas lakon Kapai-Kapai menyihir penonton. ”Kami ingin menyuguhkan tontonan yang berbeda,”kata Kemal Ferdiansyah. Tidak seperti pertunjukkan teater lainnya, para pemain tidak keluar dari belakang panggung, tapi dari arah penonton. Sementara pemain lain yang menunggu giliran untuk tampil duduk di bangku penonton dan menyaksikan pertunjukan bersama-sama.

Humor yang sesekali diselipkan dalam dialog para lakon mampu menyegarkan suasana. Bahasa sastra yang digunakan pun tidak sulit untuk dicerna.Malam itu,penonton belajar banyak tentang kehidupan pada orang bodoh bernama Abu. Naskah Kapai-Kapai adalah drama yang dibuat oleh Arifin C Noer pada 1970 dan 1974 dan diterjemahkan oleh Harry Aveling ke dalam bahasa Inggris menjadi Motha.Karya ini sedikit banyak dipengaruhi oleh kegelisahan kreatif dari Arifin C Noer.

Dia berusaha menciptakan karya yang menemukan inovasi baru terhadap relaitas di masyarakat. Drama-drama yang diciptakan Arifin pada umumnya tidak bersifat monolog. Namun, dia telah memperlihatkan secara tematik dan pengucapan. Sementara itu mengilas kiprah Teater Laskar Panggung Bandung, kelompok seni teater yang memiliki tempat berkumpul di Gedung Kesenian Rumentang Siang ini didirikan pada 20 November 1995 oleh Yusef Muldiyana, Deddy Koral,Anton Yustian, Gaus FM,S.Sn,Diyanto,Nandi Rifandi,Aendra H dan Donny H Ahmad. Selama ini, dalam berkarya teater ini menitikberatkan tujuan pada kebebasan berekspresi dengan mengambil unsur-unsur teater tradisional dan modern, tetap serius walau penuh canda.(m-6)

Sumber: Kompas, Minggu, 18/02/2007

Explore posts in the same categories: Teater

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: