Produk WSF Melanggar Hukum

Pemakaian untuk Jangka Panjang Bisa Merusak Tanah

Jakarta, Kompas – Produk water stimulating feed atau WSF yang diklaim penemunya sebagai pupuk majemuk lengkap sampai sekarang belum memiliki izin resmi dari Departemen Pertanian. Oleh karena itu, peredarannya secara komersial melanggar aturan hukum.

Menurut Direktur Jenderal Tanaman Pangan Departemen Pertanian (Deptan) Sutarto Alimoeso di Jakarta, Rabu (18/10), Deptan sudah pernah mengingatkan penemu dan produsen WSF untuk segera mengurus perizinan agar bisa diedarkan.

Akan tetapi, lanjut Sutarto, sampai saat ini Umar Hasan Saputra sebagai penemu WSF belum juga mengajukannya.

Sutarto mengatakan, proses pengurusan izin memang membutuhkan waktu lama. Pasalnya, Deptan harus melakukan serangkaian penelitian agar kualitas mutu dan efektivitas suatu produk teruji.

“Kami tidak akan merekomendasikan pemakaian produk yang tidak berizin kepada petani dalam setiap kegiatan penyuluhan. Semua prosedur resmi itu harus dilalui untuk menghindari munculnya persoalan di lapangan,” ujar Sutarto.

Produk WSF dinilai tidak memenuhi syarat minimal pupuk. Selain hanya memiliki satu dari 16 unsur minimal pupuk, pemakaian WSF pada jangka panjang bisa merusak tanah karena unsur hara alami terkuras.

“Kami sudah membuat uji mutu produk WSF Nutri Agro Plus (NAP) dan dari hasil analisis laboratorium yang independen, ternyata kandungan hara utamanya hanya C organik sebanyak 24,79 persen. Adapun unsur-unsur lainnya rendah sekali sehingga diperkirakan tidak cukup efektif bagi tanaman. Deptan tak akan mendaftarkan pupuk ini sebagai yang boleh diedarkan karena kalau dipaksakan, bisa muncul defisit hara dalam tanah,” ujar Kepala Balitbang Ahmad Suryana.

Diperkenalkan ke Presiden

Penemu WSF Umar Hasan Saputra mengklaim produknya mampu meningkatkan penyerapan unsur hara tanaman dan mengaktifkan organisme dalam berbagai jenis tanah.

Produk ini dikampanyekan penemunya dapat meningkatkan produktivitas hingga 9 ton per hektar, mempercepat waktu panen hingga 19 hari, menekan serangan hama penggerek batang, menghemat pemakaian air, dan menghemat penggunaan pupuk.

Presiden Direktur Ciputra Group Ir Ciputra sempat memperkenalkan Umar Hasan Saputra dan WSF kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di kantor Presiden, 6 September 2006.

Ketika itu Umar Hasan Saputra mengatakan, Presiden mengapresiasi temuannya dan akan mengumpulkan seluruh gubernur untuk mendengarkan paparannya (Kompas, 8/9).

Saat ini ada tiga produk yang diduga beredar di pasar. Untuk Jawa Barat bernama WSF-NAP berbentuk serbuk, Jawa Timur adalah WSF Formula Saputra (cair) dan WSF Techno (serbuk), serta WSF Nutrisi Saputra.

Hasil uji mutu Balitbang Deptan menunjukkan WSF-NAP memiliki kadar pH 3,2, sedangkan yang layak adalah 4-8. Kandungan zat lainnya yang dibutuhkan tanah ternyata sangat rendah.

Menurut Ahmad Suryana, pengurasan unsur hara alami secara berkelanjutan akan menyebabkan tanah kehilangan kesuburan. Oleh karena itu, jika WSF diadopsi oleh masyarakat luas, penurunan produktivitas pangan dapat terjadi. (ham)

Sumber: Kompas, 19/10/06

Explore posts in the same categories: Berita, Iptek

40 Comments on “Produk WSF Melanggar Hukum”

  1. phy Says:

    untuk sekarang… darimana bisa di klaim itu merusak tanah dan menguras unsur hara alaminya..
    apakah iya, pengujian dan penyimpulan yang dilakukan oleh iptek diindonesia mumpuni untuk zaman sekarang..??
    sebelum disimpulkan, coba baca dulu buku karangan umar Hasan saputra yang berjudul seven scratches from heaven atau versi indonesianya (7coretan dari langit)
    bahan baku WSF itu organik, dan tidak bisa diadili sekarang sebelum semuanya terbukti.
    saya adalah mahasiswa IPB angkatan 2004..maaf kalau menyinggung
    tapi saya punya keyakinan kuat kalau WSF itu tidak berbahaya bagi tanah…. :>

  2. umar Says:

    kalau bisa diuji lapangan dulu. kalau cuma uji lab sih saya pikir susah ya. karena ini kan diklaim sebagai suatu terobosan baru. tentunya gak sesuai kaidah pupuk yang pernah ada. kalau memang uji lapangan gak terbukti orang juga gak akan beli itu nutrisi.

    saya dulu termasuk yang gak percaya benda ajaib ini. tapi setelah saya coba nutrisi ini untuk bebarapa kali siram (satu minggu sekali) ke tanaman hias jadi agak percaya tuh…

    • Lya Says:

      Saya ingin mencoba pupuk saputra ini untuk penelitian saya. penelitian saya mengenai pemakaian pupuk organik dengan sistem hidroponik.
      apakah anda bisa membantu saya?tolong dibalas cepat

  3. yoga Says:

    kalo cuma diuji dilab mungkin hasilnya kurang sempurna. lebih baik diujikan juga di lapangan dengan beberapa jenis tanaman, dan tanah yang berbeda. Dan hasil ini juga harus diuji terus hingga beberapa kali panen. dengan demikian akan ketahuan apakah produk WSF tersebut berbahaya bagi tanah…terutama dalam hal pengurasan hara dalam tanah…

  4. Subarkah Says:

    Kalo menurut saya munculnya statement “WSF Melanggar Hukum” ini karena ada unsur “kemarahan” Deptan yang merasa dilangkahi oleh Saputra cs. Ini bisa dilihat dari berita2 sebelumnya yaitu langkah2 Saputra dan Ciputra yang langsung potong kompas membuat presentasi ke Presiden tanpa melalui Deptan. Apalagi cara pemasaran Nutrisi Saputra yang tanpa izin bener2 menampar Deptan sebagai pihak yang bertanggung jawab terhadap peredaran pupuk di Indonesia.

    Saya terus terang sudah pernah menggunakan Nutrisi Saputra pada tanaman hias saya dan mendapatkan hasil yang lebih memuaskan jika dibandingkan dengan penggunaan pupuk biasa. Namanya juga penemuan baru, pasti pendekatannya juga tidak sama dengan cara kerja pupuk biasa dan kandungannya juga lain dengan pupuk konvensional. Saya hanya berharap bahwa pihak Saputra bisa melakukan pendekatan yang lebih baik kepada pihak Deptan dan mengikuti tahap-tahap yang wajib diikuti sebelum mengedarkan Nutrisi Saputra sehingga akhirnya mendapat izin untuk beredar dan diperjualbelikan.

    Semoga pengembangan dan penelitian produk WSF tetap dilakukan secara terus menerus sehingga teknologi ini akan semakin sempurna dan bermanfaat bagi pertanian di Indonesia.

    • agus sunandar Says:

      BETUL,,,,,BETUL,,,,,BETUL,,,,,Gmn kita mau maju coba…ada anak bangsa yang begitu hebat, bukannya di dukung, malah di cari kelemahannya. Mungkin dia “IRI” Kali ya??? Kacian deh loe….


  5. […] JAKARTA – Menteri Pertanian Anton Apriantono dinilai gegabah menyatakan produk nutrisi Saputra (NS) sebagai produk ilegal. Ketua Komisi IV (Bidang Pertanian) DPR,Yusuf Faisal, mengaku sangat menyesalkan pernyataan Departemen Pertanian yang langsung dipublikasikan melalui media. […]

  6. SUPRI Says:

    Saya telah mencoba Nutrisi Saputra pada tanaman pisang dan tanaman hias. Hasilnya lumayan bagus batang tambah besar dan segar pertumbuhannya lebih cepat. Cuma sayang nya belum ada koordinasi dan regulasi pendistribusian yang baik dari Produsen Nutrisi Saputra, sehinggga masih simpang siur. Suara para pemakai dilapangan yang menjadi tolok ukur dan bahan pemikiran selanjutnya. Terima kasih

  7. catur Says:

    menurut saya mentri pertanian MR.Anton terlalu teledor memberikan pernyataan bahwa nutrisi saputra adalah product legal sedangkan presiden sendiri memberikan jalan dan membuktikan sendiri bahw NS merupakan pruduct hasil anak bangsa yang perlu didukung mungkin pernyataan tersebut bentuk protes dari DEPTAN karena saputra group telah melangkahi prosedur DEPTAN untuk sekarang ini pengaturan penjualan NS sudah terkoordinir dengan baik dan teratur

  8. Destroyer Says:

    Saya sangat setuju dengan Deptan, jangan sampai kasusnya seperti benih transgenik Monsanto yang sudah dipublikasikan besar2an dgn keunggulan yg dasyat tapi setelah beberapa musim tanam, akhirnya ketahuan efek negatifnya lebih besar dibandingkan efek positifnya. Sekiranya agar temen2 lain juga menyadari bahwa pemberian setiap unsur hara (c,n,p,k, dll) pasti akan menambah suplai bahan metabolisme kpd si tanaman dan tentu efek sesaat adalah peningkatan pertumbuhan si tanaman. Jadi jangan heran bagi yg pernah mencoba WSF tsb anda akan melihat respon tanaman tsb akan bagus. Sama halnya dengan penggunaan pupuk kimia pabrik yg terlalu over pada era repelita 1975-1990 yg dapat meningkatkan produksi padi hingga berlipat2 hingga bisa mengekspor dan memberi bantuan ke negara lain, namun akirnya secara berangsur-angsur terjadi kerusakan lahan dan penurunan produktifitas padi secara drastis…, Pemerintah tidak akan gegabah masuk dalam lubang yg sama.

    Dalam tahap lab saja sudah tidak lulus apalagi mau lapangan….prosedurnya memang harus skala lab/rumah kaca dulu baru lapangan. Asal pake rancangan percobaan yg tepat dan uji statistik yg benar, maka hasilnya dapat mewakili tingkat keyakinan yg tinggi (95 %). Jadi tidak perlu ragu dgn hasil penelitian lab, jika syarat2nya tadi telah terpenuhi.

    Thanks.

  9. mardhyillah Says:

    nutrisi saputra memang menjadi perdebatan dikalangan ilmuwan pertanian khususnya di IPB sendiri. keluarnya produk ini belum jelas uji kelayakanya. untuk itu bantulah saya mendapatkan pupuk ini

  10. ganjar Says:

    statement DEPTAN bahwa NS merusak kesuburan tanah dalam jangka panjang harusnya diikuti dengan uji lapangan yang autentik, karena klaim bahwa NS dapat meningkatkan hasil pertanian dan kesuburan tanah juga telah didahului dengan uji lab dan uji lapangan diberbagai daerah bahkan didaerah yang kondisi tanahnya sangat minim unsur hara, bahkan disetiap daerah yang melakukan uji lapangan dengan NS terbukti dapat meningkatkan hasil panen. Jadi sangat tidak adil dan akan sangat membingungkan bagi para petani seharusnya DEPTAN tidak malu-malu berkolaborasi dan bersinergi dengan UMAR HASAN SAPUTRA melakukan penelitian dan uji coba di lapangan daerah melalui Dinas Pertanian di daerah, sehingga tugas para PPL tidak hanya bertidur-tiduran dikantor.
    Karena selama hampir 10 tahun menjadi seorang petani tidk pernah sekalipun ada petugas dari Dinas Pertanian yang turun ke lapangan. Jadi jangan membuat STATEMENT, seharusnya DEPTAN maupun dinas pertanian dapat membuktikan jangan hanya klaim sepihak.

  11. ganjar Says:

    minim unsur hara, bahkan disetiap daerah yang melakukan uji lapangan dengan NS terbukti dapat meningkatkan hasil panen. Jadi sangat tidak adil dan akan sangat membingungkan bagi para petani seharusnya DEPTAN tidak malu-malu berkolaborasi dan bersinergi dengan UMAR HASAN SAPUTRA melakukan penelitian dan uji coba di lapangan daerah melalui Dinas Pertanian di daerah, sehingga tugas para PPL tidak hanya bertidur-tiduran dikantor.
    Karena selama hampir 10 tahun menjadi seorang petani tidk pernah sekalipun ada petugas dari Dinas Pertanian yang turun ke lapangan. Jadi jangan membuat STATEMENT, seharusnya DEPTAN maupun dinas pertanian dapat membuktikan jangan hanya klaim sepihak.


  12. Saya sangat setuju dengan adanya produk pupuk yang baru ini, tapi Prosedur untuk mendapatkan izin harus dilalui. Terutama untuk pembuatan demplot-demplot disetiap kabupaten di Sumatera Utara. Brosur yang saya punya tidak lengkap, hanya memuat untuk Padi Saja, sedangkan untuk komoditi lain belum ada. Mhn Informationnya yang lengkap githu dong lah pak…………………………………..

  13. Nugraha Pratama Says:

    banyak hal yang gak masuk logika di dunia ini… jadi percaya gak percaya ya.. memang manjur tuh.. menurut pendapat saya, hendaknya pihak SWF dapat melakukan kerjasama penelitian antara perusahaan dan pihak universitas yang kompeten. jadi dengan hasil penelitian tersebut dapat dikeluarkan dalam bentuk jurnal. sehingga masyarakat gak ragu..walau deptan melarangnya..padahal ini demi kepentingan bangsa kita lo….jadi gak ada lagi petani yang miskin….saya bisa bantu ko melaksanakan penelitian dan pengujian nutrisi saputra terhadap pertumbuhan dan hasil pada tanaman hortikultura dan kelapa sawit di daerah saya…ini demi kepentingan kita semua lo…

  14. Sonson Garsoni Says:

    Sebagai Asosiasi Pupuk – yang bernaung didalamnya para produsen pupuk NPK, pupuk cair, pupuk hayati dan pupuk lainnya selain pupuk BUMN berpendapat bahwa masalahnya bukan soal hebat atau tidak dengan memperdebatkan di media. Sebaiknya semua pihak taat azas saja, dengan adanya UU No 12/92 tentang budidaya tanaman dan Peraturan Pemerintah No 8/2000 yang mengatur peredaran pupuk dan agar tidak merugikan produsen pupuk lain yang telah susah payah melakukan pemenuhan syarat Uji Mutu dan Uji Efektivitas maka sebaiknya ya ikuti rule of the game yang ada. Kami berharap setelah mendapat Uji Mutu dan Uji Efektivitas sesuai prosedur yang ada akan ditemukan memang ada pupuk ajaib bagi Indonesia yang sedang sulit memenuhi kebutuhan pangan ini.
    Jika saja ini diikuti kami akan sangat lega, dan jika tidak pun kami ngak akan menuntut apa-apa kepada rekan produsen pupuk ini. Yang akan kami tuntut adalah perlakuan tidak fair pemerintah karena jika kami harus memenuhi syarat secara ketat namun ada pemberian fasilitas karena konglomerat yang mengenalkan produk lainnya maka UU serta PP itu akan dijadikan dasar menuntut pemerintah. Bukan ?

  15. reyza Says:

    Nutrisi saputra vs persero di bidang pupuk……..
    Eskalasi produksi pangan vs PHK besar-besaran karyawan persero…..
    not-yet-safe-for-long-term-consumption vs beras murah kenyangkan masyarakat….
    “to be a popular government doesn’t necessarily at all time conducts a popular policy”…

  16. Yoga sugama Says:

    Saya sangat kecewa sekali dengan produsen NS dalam pemasarannya mengapa melibatkan aparat teritorial TNI ( Kodim ), apakah produk anda sudah tidak laku sehingga perlu menggunakan cara2 lama ? Khusus untuk produk pertanian “juri” terahir ya petani asalkan petani suka ya itu produk yang marketeble. Ga usah pakai2 aparat segala ga fair dong…apa kalau sudah pakai aparat produk anda pasti dimaui petani ? Sebagai sesama marketer saya melihat anda salah strategi justru produk yang bagus itu diuji dilapangan bukan pakai cara2 kuno, kelihatan sekali bahwa produk anda tidak laku sehingga untuk “memaksa” laku dengan melibatkan aparat yang seharusnya melidungi dan mengayomi seluruh elemen masyarakat bukan hanya untuk membeck up salah satu.. Trims

  17. AFB Says:

    Yth, Siapapun Anda.

    Apapun comment yg ada, baik yg pro maupun kontra.
    Dimanapun Anda berada,
    tp tetep memerlukan produk ini.
    Baik yg Saputra Nutrient ataupun yg WSF.
    Baik yg perlu secara ecer maupun yg berkehendak dijual lagi…
    Anda, bs hub kami :

    Anugrah Firma Buana CV.
    afbuana@yahoo.co.id
    hotline service : 0888.305.1881 (also as SMS)

  18. joxi Says:

    jiancok ns nipu petani….!!!!

  19. gdabroes Says:

    Berita terakhir deptan sudah mengijinkan NS. Terus terang trauma dengan produsen dan distributor pupuk, waktu dibutuhkan saat masa tanam, pupuk tiba2 menghilang atau hrgnya amat mahal (dasar otak makelar). Dan lagi kalo paceklik hrg gabah rendah. Tapi kalo pas panen tiba2 anjlok. Kapan petani kita bisa maju. Moga2 NS selain produk bagus, kalo bisa murah terjangkau dan distribusi lancar. Amien

  20. jengky Says:

    dari cara kerjanya aja udah jelas, bahwa WSF ini bukan nutrisi yg diserap oleh tanaman, tetapi utk merangsang mikroorganisme pengurai utk bekerja lebih cepat dan banyak, sehingga proses penguraian bisa lebih cepat dan banyak pula maka tanaman mendapat supply makanan yang banyak dan cepat pula. karena itulah panennya lebih cepat dan hasilnya lebih besar. jadi kalau dikuatirkan akan merusak tanah dengan menguras zat hara, itu kan bisa diantisipasi dengan menambah “bahan” untuk diuraikan kembali. “Bahan” itu ya bisa sisa tanaman, sampah organik, kotoran hewan dan sebagainya. Selama masih ada yg diuraikan, tanaman akan terus bertumbuh, tanah akan tetap kaya dg hara, dan tidak ada yg rusak. Apa dikuatirkan akan kehabisan “bahan”? wah….apa pernah manusia berhenti menghasilkan sampah? apa pernah sebuah perkebunan tidak menghasilkan sampah organik? apa ada peternakan yang tidak menghasilkan kotoran hewan? itu akan menjadi sebuah lingkaran proses simbiosis mutualisme yang tidak akan berhenti. perumpamaannya seperti ini kira2: WSF itu matahari. tanah butuh air, air didapat dari hujan. Hujan bisa turun karena ada penguapan air. air bisa menguap, krn panas matahari. karena panas itulah, maka hujan turun. air hujan kemudian tertampung di laut dan tanah, lalu kena panas matahari lagi, yg kemudian menguap, dan turunlah hujan. siklus ini akan berputar terus selama ada air. apakah matahari bisa merusak tanah dengan panasnya? bisa kalau gak ada air. tapi mungkinkan sampai gak ada air, padahal hujan baru saja turun? sorry, saya newbie, …semoga pendapat saya ini ada benernya walau sedikit. cuma geram aja liat pemerintah yg susah diajak bangkit. DepTan, kalau mau meneliti, ya menelitilah sampai tuntas, jangan memberi statement negatif dengan berdasarkan asumsi teori. buktinya yang pakai WSF justru merasakan positif. dengan adanya WSF, bukan cuma panen yg limpah, tapi problem sampah bisa terbantu, sungai jadi bersih dan airnya sehat. soal ijin? itu perlu, tp jangan dipersulit krn tekanan dari mafia pupuk.

  21. monix Says:

    NS dianjok tidak elegan orang jualan pupuikm aja melibatkan aparat militer najis….. amit2….. kelihatan banget barang lu kagak laku………..


  22. TAMAT DEH RIWAYAT LO……NS….KASIHAN DEH LO…… GA USAH PAKAI PROMO NEGATIF… BILANG ADA BARANG PALSU LAH….. NS DIPALSU LAH…… EMANG ORANG BEGO… PRODUK GA LAKU KOK DI PALSU…. KALO LAKU KAYA JI SAM SU SIH ASYIK AJA KITA PALSUIN….KALO PETANI AJA GA MAU PAKAI… KITA PALSUIN BUAT APA MAU DIMAKAN DEWEK…. MATI….DEH…CAPEK…DEH….

  23. gautama Says:

    sekarang jamannya supremasi hukum! aneh kalo SBY membela mati2an NS sampe mengerahkan kodim/koramil di tiap penjuru negri dan gontok2an dengan anton menteri pertanian. kalo aturannya harus memang gitu NS harus ikut. kalau emang nglanggar hukum, saputra group harus diperkarakan!
    saya rasa SBY gak adil!!!! sebagai contoh, di Jogja terdapat lebih dari 2000 merk produk organik tapi SBY g pernah sebut.

  24. muhammad yan Says:

    kalau masih ragu dengan saputra nutrisi, silakan diaaplikasikan ke tanaman masing- masing di tanah masing- masing..,. gitu aja kok repot..
    tinggal tungu hasil apakah pupuk ini merusak tanah atau tidak… kalau saya pribadi sudah mencoba di lahan kakak saya di jambi, untuk kelapa sawit sngat bagus sekali… tapi tunggu dulu…!! itu hanya 3kali panen!!!selanjutnya… hasilnya merosot tajam.bagi yang belum panen yang keempat silakan ditunggu hingga panen berikutnya dan berikutnya..

  25. Harto Says:

    Distributor NUTRISI SAPUTRA, Jln rahayu no 78 sumut-medan, hub : 0617362901, fax : 0617344801. . . Kami menyediakan nutrisi saputra, dan pupuk2 jenis lainnya. . .terima kasih

  26. eka Says:

    Distributor NUTRISI SAPUTRA, Jln Merdeka 349 Palembang hub : 0711-7903555, fax : 0711-353518. . . Kami menyediakan nutrisi saputra dan produk saputra lainnya. . .terima kasih

  27. ikhsan Says:

    saya mo nanya, apakah NS Crystal cocok untuk tanaman kelapa sawit?
    Cara pemesanannya bagaimana?
    Di Medan Sumatera Utara ada distributornya? Kalau ada mohon informasi alamatnya.

  28. harto Says:

    untuk saat ini, kami sudah berani membuat kesimpulan, bahwa penggunaan Saputra Nutrient Crystal dan Powder sangat bagus terhadap tanaman sawit dan kakao…karena kita sudah membuktikan di beberapa perkebunan swasta dan rakyat baik di riau maupun sumut..Untuk informasi lebih lengkap hub : 081276200319, ato telp ktr CV.CIPTA AGRO PERSADA : (061)7321060, FAX : (061) 7344801

  29. johnny Says:

    Katanya ada pupuk organik juga yang meningkatkan hasil produksi, namun di musim kedua, ketiga dan seterusnya malah makin meningkat produksinya. Lupa tapi namanya apa. Nah itu tuh yang dibutuhkan oleh negara kita ini.
    Ada yang tau apa pupuk yang saya maksud?

  30. ari Says:

    Halo..apa kabarnya ya NS kok ak mo coba eh susah dicari taon 2007 an ada dicoba kodim eh kok sekarang tak satupun kutemui petani yg pake NS ya…piye iki

  31. attitudeplus Says:

    apakah benar pupuk tersebut pupuk organik?. menurut sebuah sumber yang dipercaya, kemungkinan besar pupuk tersebut mengandung unsur non organik.( sumber tsb. melakukan uji coba dengan pupuk ini dan menemukan bahwa pertumbuhan tanaman baik, suatu hal yang jarang terjadi dengan pupuk organik lainnya ). seyogyanya di cek ke lembaga yang berwenang apakah benar pupuk tsb. 100% organik.kalau benar 100% organik, kita perlu memberikan selamat kepada penemunya. suatu prestasi yang luar biasa.

  32. Lya Says:

    Saya ingin mencoba pupuk ini untuk penelitian saya yang mengenai pemakaian pupuk organik terhadap pertumbuhan dan hasil dari tanaman sayuran secara hidropomik. apakah bapak umar hasan saputra dapat membantu saya??? tolong dibalas cepat

  33. tyas Says:

    Apa Pak Saputra penemu kosmetik Saputra Korr,aku sudah pake produknya cocok banget..Kulitku bagus banget,tapi terus katanya berantem dan pecah jadi 2 ya? Sekarang aku sudah berhenti pake karen a produk itu hilang dari peredaran..Aku percaya banget denga produk Saputra Korr karena kulitku jadi bagus banget..Pak Saputra tolong jangan berantem dan produksi lagi kosmetiknya ya..

  34. Aya Says:

    Apa Pak Saputra pemilik kosmetik Saputra Korr? Pak, tolong kosmetiknya diproduksi lagi dengan zat yang sama pertama kali dulu ya, aku sudah coba produk dari dua belah pihak yang bertengkar sama-sama tidak cocok karena sudah beda formula dari semula,tekstur cream beda banget dengan yang pertama dulu..Hasilnya kulitku bentol merah dan berjerawat..Tolong produksi lagi seperti dulu ya..Aku percaya banget dengan produk bapak karena sudah mencobanya..

  35. rendy Says:

    jangan takut mencoba dengan produk yang terus di perbaiki.. Selalu di cek ya di tanggal produksinya.. kalo ada keluhan bisa langsung telf ke customer service..
    Sampai hari ini saputra nutrisi yg di produksi oleh PT.Saputra Word United masih terus berproduksi dan dipasarkan.. http://rendyimage.blogspot.com

  36. apep yusup Says:

    saya ingin coba pupuk ajaib ini untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas panen saya, karena tidak ada yang mustahil bagi Allah terhadap umatnya yang dikehendaki. Kemana saya harus dapatkan

    Saya apep alumni Fahutan IPB 1994


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: