Tim Seni-Budaya Bertolak ke Bali

PAMEKASAN – Khazanah kesenian dan budaya etnik Madura (Pamekasan), kian mendapat tempat di pentas nasional. Buktinya, setelah berhasil meraih juara dua pada ekpo tahun 2005 lalu, kini tim seni-budaya Pamekasan kembali mengikuti ajang bergengsi di Nusa Dua Bali.

Menurut Bupati Pamekasan Ach. Syafii melalui Asisten II Atok Suhariyanto, tim seni-budaya pemkab akan berlaga di Bali. Menurut Atok, Pemkab Pamekasan tak hanya mengusung seni-budaya etnik. Melainkan, produk unggulan juga akan diikutsertakan dalam Expo Bali 2006 ini. Dia bilang, pada dimensi seni- budaya, telah disiapkan tari Topeng Gettak, Pecut, dan Pajuwen yang telah dimodifikasi berdarar nafas Gerbang Salam.

Tim pemkab pada aspek seni-budaya ini, difusi dari berbagai sanggar kesnian yang terdapat di Pamekasan. “Di bawah naungan pemkab, kantong-kantong seni tersebut berlebur menjadi satu,” uajrnya di kantor pemkab kemarin.

Sedangkan pada askepk kerajinan lokal, pemkab akan mengusung batik, kerajinan anyaman, kerang, dan makanan khas Pamekasan. Pada Expo Bali sebelumnya, Pamekasan dielu-elukan masyarakat yang menyaksikan expo ini. Termasuk, para wisatawan dari manca negara.

Saat ini, imbuhnya, expo lebih semarak karena bersamaan libur musim dingin di Eropa. Akibatnya, pada libur musim dingin tersebut, biasanya wisatawan berlibur termasuk ke Bali. Apalagi, pada saat yang sama ada lomba lari yang diikuti 15 ribu pelari dari dalam maupun luar negeri di dekat lokasi Expo Bali. “Makanya, kami upayakan tampil lebih optimal,” urainya.

Dia berharap, beberapa prestasi yang diraih Pamekasan baik bidang seni-budaya, pendidikan mapun lainnya, akan menarik perhatian publik. Setidak-tidaknya, akan memberi warna bagi kelangsungan pembangunan di Pamekasan.

Selain itu, katanya, terkait dengan pembangunan ini, pemkab dipercaya untuk menggelar bursa kerja yang memberi informasi seluas-luasnya kepada warga Pamekasan. Bahkan, warga tidak perlu datang ke luar Madura bahkan luar negeri untuk sekedar melamar menjadi calon pekerja profesional di lembaga yang memerlukan tenaga kerja. “Semua ini, karena komunikasi dan inovasi penyebaran informasi,” paparnya.

Ketua Komisi B Ismail A Rahim tidak menampik bahwa ada pemkab akan ambil bagian di Expo Bali 2006. Tim pemkab yang antara lain melibatkan komisi B, diharapkan Ismail ada titik balik. Yakni, keikutsertaan Pamekasan bukan hanya menjadi peserta. Melainkan, dapat mencuri perhatian publik agar tertarik berinvestasi di Pamekasan. Tujuannya, kata pria asal PPP ini. Ingin memajukan pembangunan Pamekasan. “Tak hanya seni-budaya, tetapi aspek yang lain juga,” katanya.

Menurut Ismail, pemkab sah-sah saja mengikuti kegiatan expo baik di Madura atau luar Madura. Tetapi, konsepnya harus jelas. Diantaranya, kata dia, tujuan dan inovasi apa yang akan diambil pasca keikutsertaan dalam expo.

Sekurang-kurangnya, ada pembelajaran setelah bersaing dengan daerah lain di acara yang sama. Namun, apabila ada yang menarik di satu wilayah dan belum dilaksanakan di Pamekasan, harus dilihat dulu kesesuaiannya. Alasannya, bisa jadi ada produk unggulan dan maju di daerah lain bisa tetapi bisa dilakukan di Pamekasan. “Kita tak harus meniru produknya, tapi spirit bagaimana daerah lain maju, itu harus,” pungkasnya dengan mimik serius. (abe)

Sumber: Jawa Pos, Rabu, 30/08/2006

Explore posts in the same categories: Berita, Madura

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: