Pastikan Suramadu Sebagai Tol Komersial

Surabaya-Surya

Proses penyelesaian jembatan Surabaya-Madura (Suramadu) yang kini terhambat, menjadi perhatian serius DPRD Jatim. Bahkan, untuk mengatasi kesulitan pendanaan proyek tersebut saat ini, DPRD mengusulkan agar status Jembatan Suramadu dijadikan tol komersial sampai jangka waktu tertentu.

“Kita optimistis, apabila status Jembatan Suramadu diperjelas sebagai jalan tol, tidak akan ada lagi kesulitan dalam mengatasi persoalan pendanaan saat ini, termasuk biaya pemeliharaannya nanti,” kata Lambertus L Wajong, Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Jatim dalam rapat paripurna pandangan umum fraksi-fraksi tentang perubahan APBD Jatim 2006 di Gedung DPRD Jatim, Kamis (24/8).

Selain bisa mengatasi seretnya pendanaan, kata Lambertus, bila sudah beroperasi sebagai jalan tol, maka Jembatan Suramadu bakal bisa pula menjadi salah-satu sumber pendapatan asli daerah (PAD) provinsi Jatim. Dengan begitu, pembiayaan selanjutnya Jembatan Suramadu yang merupakan proyek investasi jangka panjang, tak lagi menjadi beban APBD Jatim, ucap Lambertus.

“Kami minta pihak eksekutif bisa segera menetapkan kejelasan status Jembatan Suramadu. Kalau bisa, perubahan status Jembatan Suramadu dari jembatan biasa menjadi jembatan tol ditetapkan melalui rapat paripurna DPRD Jatim bersamaan dengan penetapan perubahan APBD Jatim 2006 September mendatang,” kata Lambertus.

“Pokoknya, makin cepat ada perubahan status, makin baik. Karena, proyek bisa lebih segera diteruskan.”

Untuk diketahui, pembangunan Jembatan Suramadu terancam molor akibat pemerintah pusat belum mengucurkan dana sebesar Rp 200 miliar bagi pengerjaan pada 2006.

Apabila dana itu tak kunjung diberikan, akan dijajaki peminjaman dana dari Pemerintah China. Opsi peminjaman dana dari Pemerintah China akan dilakukan karena dana yang tersedia saat ini yakni sebesar Rp 150 miliar sudah habis digunakan, sementara pemerintah pusat belum mengucurkan dana dari APBN.

“Kalau dana itu tak diupayakan pembangunan Suramadu akan terancam molor, bisa tidak tepat waktu dari jadwal yang diberikan yakni September 2008,” tutur AG Ismail, Pimpinan Proyek Jembatan Suramadu, kepada Surya awal Agustus lalu.

Pengerjaan pembangunan Jembatan Suramadu saat ini telah berjalan sekitar 35 persen dari panjang 5,43 kilometer. Adapun dana yang telah dikeluarkan mencapai 47,36 persen dari total dana sebesar Rp 3,776 triliun.

Dalam paripurna pandangan umum kemarin, Fraksi PDIP dan FPPP juga menyoroti kesulitan pendanaan Suramadu.

FPPP meminta Pemprov Jatim secara aktif mencari cara-cara agar kelanjutan pembangunan Suramadu bisa dimulai kembali; sementara FPDIP mendesak Pemprov agar menagih pemerintah pusat untuk mengucurkan kembali anggaran bagi Suramadu.aru

Sumber: Surya: Jumat, 25/08/06

Explore posts in the same categories: Berita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: