Archive for the 'Daoed Joesoef' Category

Pembangunan yang Destruktif

22 January 2009

Oleh Daoed Joesoef
Harian Kompas selama dua hari berturut-turut (4-5 Januari 2009) mengetengahkan berita yang sungguh merisaukan sekaligus nalar dan nurani, yaitu pemerintah membangun melalui perusakan untuk selama-lamanya suatu situs arkeologis.
Perusakan ini jauh lebih serius daripada perusakan alam lingkungan karena situs arkeologis mengandung bukti-bukti historis otentik tentang nilai-nilai vital, yang dalam hal ini berupa perkembangan masa [...]

Nasib Pembangunan Kita

5 December 2008

Oleh: Daoed Joesoef
Semua warga Indonesia sepakat tentang keharusan adanya pembangunan nasional. Segenap elite kiranya mengetahui bahwa untuk pelaksanaan yang efektif dari kerja besar kolektif seperti itu diperlukan suatu konsep visioner yang komprehensif.
Yang paling menyadari keniscayaan tersebut di antara semua pemerintahan yang pernah ada di Indonesia adalah yang dipimpin oleh Jenderal Soeharto. Baik konsep maupun penerapan [...]

Historis Demografisme

2 November 2008

Lalai Menangani Kependudukan
Oleh Daoed Joesoef
Sewaktu menjelang, selama, dan sesudah Lebaran, ada gejala sosio-demografis yang seharusnya kita tanggapi secara serius. Gejala itu, sesuai peristilahannya, berupa gerombolan manusia yang berinteraksi satu sama lain di sektor urban, pedesaan, di mana-mana.
Mereka membentuk antrean pembagian zakat yang cukup panjang, saling desak, hingga ada yang berakhir dengan tewasnya puluhan orang (Pasuruan). [...]

Konsep Dulu, Baru Uang

4 September 2008

Daoed JOESOEF
Salah satu ucapan Presiden yang disambut hangat di dalam dan di luar DPR adalah keputusan mewujudkan anggaran 20 persen APBN untuk pendidikan.
Sambutan ini berdasarkan asumsi, kekurangan dana menjadi faktor utama impotensi pendidikan nasional selama ini.

“Elan Vital” Perjuangan

19 August 2008

Daoed Joesoef
Kehidupan kepartaian dan aksi politik yang digerakkan mengesankan partai kian tidak memiliki elan vital seperti terasa di masa perjuangan menjelang dan sesudah Proklamasi Kemerdekaan 17 Agutus 1945. Inilah yang ikut meningkatkan gejala golput.