Archive for January, 2009

Dari Ruko Indonesia Untuk Dunia

23 January 2009

Alat pemindai empat dimensi (4D) pertama di dunia

Ahli Indonesia menciptakan pemindai empat dimensi pertama di dunia. Laboratoriumnya hanya ruko sederhana. Sangat diperlukan untuk industri perminyakan. Rumah toko (ruko) berlantai dua di Jalan Hartono Raya, Modern Land, Tangerang, itu terlihat biasa. Pada kaca depan menempel stiker biru bertuliskan “E-Cafe”. Di dalam ruangan di lantai I, berjejer [...]

Jangan Dulu Menolak BHP

22 January 2009

Oleh Ronny Prabowo
Mengapa lebih banyak universitas terbaik ada di AS, bukan Eropa? Bukankah Eropa yang merintis munculnya universitas modern?
Menurut The Times Higher Education Supplement (THES) 2007, 12 universitas AS berada di top 20 dan Eropa hanya punya empat wakil (semua dari Inggris). Survei Shanghai Jiao Tong University 2007 lebih mencengangkan, ada 17 universitas AS (Eropa [...]

Pembangunan yang Destruktif

22 January 2009

Oleh Daoed Joesoef
Harian Kompas selama dua hari berturut-turut (4-5 Januari 2009) mengetengahkan berita yang sungguh merisaukan sekaligus nalar dan nurani, yaitu pemerintah membangun melalui perusakan untuk selama-lamanya suatu situs arkeologis.
Perusakan ini jauh lebih serius daripada perusakan alam lingkungan karena situs arkeologis mengandung bukti-bukti historis otentik tentang nilai-nilai vital, yang dalam hal ini berupa perkembangan masa [...]

Digebrak “Slumdog Millionaire”

19 January 2009

CELADOR FILMS / Kompas Images Slumdog Millionaire

Oleh: Jimmy S Harianto
Sukses film ”Slumdog Millionaire” yang menyapu penghargaan di Golden Globe Awards di California, AS, 11 Januari pekan lalu, diperhitungkan bakal berlanjut di Inggris bulan depan, dan kemungkinan juga Piala Oscar. Tetapi, di India film ini menuai kritik.

“Drupadi”, Cerita tentang Perempuan

19 January 2009

Oleh: Nursyahbani Katjasungkana
Begitu besarkah perbedaan mata perempuan dan mata lelaki ketika menonton Drupadi?
Bagi saya, Drupadi, sebagaimana yang tergambar dalam pembuka film, menunjukkan siluet tarian perempuan yang muncul dari api, yang menunjukkan kelembutan dan sekaligus kekuatan perempuan, tenaga yang terbungkus dalam keindahan. Tetapi, tidak di mata laki-laki.