Kiamat

Posted 21 November 2009 by Editor
Categories: Jaya Suprana

Artikel ini bukan promosi film 2012. Tanpa dipromosikan pun, film itu sudah luar biasa laris.

Bahkan, penonton sampai sudi bersusah payah antre berkepanjangan demi memperoleh tanda masuk untuk menonton film tentang kiamat yang tersurat dan tersirat pada nubuat kebudayaan Maya. Film yang dirilis sejak 13 November 2009 ke seluruh dunia itu langsung merebut kedudukan tertinggi dengan perolehan 65 juta dollar AS, hanya dalam waktu dua hari. Read the rest of this post »

Obsesi Kebablasan

Posted 21 November 2009 by Editor
Categories: L Wilardjo

Anggodo ialah putra tokoh sakti yang mumpuni secara jasmani dan rohani. Ia sendiri juga hebat dan pemberani. Setelah ayahandanya wafat, Anggodo diasuh pamannya. Ia dimanjakan dan mendapat ”teladan” dari watak pamannya yang kasar dan tak sabaran.

Ketika ada tugas yang sulit dan berat dari atasannya, ia bersaing dengan saudara tuanya, memperebutkan misi itu. Ia menyanggupi untuk menuntaskan tugas itu dalam tiga bulan. Saudara tuanya sanggup dalam sebulan. Penasaran, Anggodo menawar seminggu, tetapi dikalahkan saudara tuanya, yang sanggup menyelesaikan tugas itu dalam sehari saja. Read the rest of this post »

Ilusi Kemajuan Perempuan

Posted 20 October 2009 by Editor
Categories: Artikel, Nursyahbani Katjasungkana

Ada kekeliruan mendasar dalam tulisan ahli kelirumonologi, Jaya Suprana, bertajuk ”Kabinet” (Kompas, 17/10).

Kekeliruan terutama pada soal latar belakang pembentukan Kementerian Negara Pemberdayaan Perempuan dan kondisi perempuan Indonesia.

Dibentuknya Kementerian Negara Pemberdayaan Perempuan (istilah yang digunakan kabinet SBY, saat berdiri tahun 1978 bernama Menteri Negara Urusan Peranan Wanita), selain merupakan visi yang amat strategis dan futuristik Presiden Soeharto, juga merupakan komitmen Pemerintah Indonesia terhadap Dasawarsa Perempuan (1975-1985) yang dicanangkan PBB saat itu. Read the rest of this post »

Kabinet

Posted 20 October 2009 by Editor
Categories: Artikel, Jaya Suprana, Politik

Pada masa ‘orde baru’ dua ekor anjing berjumpa, ”Apa kabar?” Dijawab, ”Cari makan susah!” Pada masa reformasi mereka kembali berjumpa, ”Apa kabar?” Dijawab, ”Cari makan tetap susah, tetapi kini saya bebas menyalak.”

Saya sadar, sedikit pun tidak memiliki pengaruh terhadap hak prerogatif presiden menyusun kabinet. Maka, saya menulis naskah ini sekadar sebagai ungkapan pendapat pribadi, mumpung sudah tidak ada menteri penerangan memberedel koran. Ibarat seekor anjing menyalak, mumpung bebas menyalak, tetapi sadar kafilah akan tetap berlalu. Read the rest of this post »

Mendukung Keotoriteran SBY

Posted 9 October 2009 by Editor
Categories: Artikel, Sujiwo Tejo

Sebentar lagi dikukuhkan penguasa periode 2009 sampai direncanakan 2014. Banyak yang waswas, SBY nanti akan memimpin tanpa oposisi. Mereka berandai-andai, dukungan yang sama sekali tanpa pembantah kelak akan memaksa SBY memegang tampuk kekuasaan secara otoriter.

Penulis sebaliknya justru mendukung keotoriteran SBY sejauh ia kembali teguh memegang nilai-nilai yang sekarang mungkin telah kita anggap basi, kedaluwarsa, dan tidak ”seksi”: Pancasila. Tanpa keteguhan SBY kepada Pancasila, dasar negara yang kini tidak saja kita anggap kedaluwarsa tetapi malah kita tertawakan, totalitas dukungan kepada SBY sesungguhnya justru menjadi perangkap. Read the rest of this post »